SLF Hotel

SLF Hotel merupakan bagian penting dalam memastikan sebuah bangunan hotel memenuhi persyaratan teknis dan dapat digunakan sesuai dengan fungsi bangunannya. Hotel memiliki karakter bangunan yang lebih didominasi manusia, karena aktivitas utama melibatkan tamu, karyawan, pengunjung, pengelola, serta berbagai kegiatan pelayanan. Kondisi tersebut membuat pemeriksaan keselamatan, kenyamanan, kesehatan, aksesibilitas, dan keandalan bangunan menjadi sangat penting.

Dalam proses pengurusan Sertifikat Laik Fungsi (SLF), pemeriksaan tidak hanya dilakukan terhadap kondisi fisik bangunan. Tim teknis juga melakukan screening untuk mengetahui seberapa sesuai kondisi bangunan eksisting dengan gambar PBG yang tersedia.

Karakter Bangunan Hotel Lebih Didominasi Manusia

Berbeda dengan pabrik atau fasilitas industri yang sebagian aktivitasnya didominasi mesin, hotel merupakan bangunan dengan tingkat okupansi manusia yang relatif tinggi. Kamar hotel, lobby, restoran, ruang meeting, ballroom, area parkir, koridor, tangga, lift, kolam renang, dan fasilitas umum lainnya digunakan oleh banyak orang.

Karakter bangunan lebih didominasi manusia menjadi pertimbangan penting dalam pemeriksaan SLF Hotel. Tim perlu memastikan jalur sirkulasi, akses keluar-masuk, tangga, koridor, pencahayaan, ventilasi, sanitasi, serta sistem keselamatan dapat mendukung aktivitas pengguna bangunan.

Screening Kesesuaian Bangunan dengan Gambar PBG

Salah satu tahapan penting adalah screening seberapa kesesuaian dengan gambar PBG. Pemeriksaan dilakukan dengan membandingkan dokumen gambar yang tersedia dengan kondisi bangunan di lapangan.

Survey – item diperiksa – parameter yang dikontrol – isian lapangan menjadi dasar pencatatan hasil pemeriksaan. Tim dapat melakukan pengukuran dimensi, dokumentasi visual, pemeriksaan fungsi ruang, serta pengecekan perubahan konfigurasi bangunan.

Contohnya, apabila pada gambar PBG terdapat ruang tertentu tetapi kondisi aktual telah berubah menjadi ruang lain, maka perubahan tersebut perlu dicatat. Demikian pula apabila terdapat perubahan luas, bukaan, tangga, koridor, toilet, area servis, maupun elemen bangunan lainnya.

Dengan proses screening tersebut, pemilik bangunan memperoleh gambaran mengenai tingkat kesesuaian antara dokumen dan kondisi aktual sebelum melanjutkan proses SLF.

Mengubah Gambar PBG Menjadi Gambar BIM Revit

Dokumen PBG yang tersedia dalam bentuk PDF atau gambar 2D dapat dikembangkan menjadi model BIM Revit. Proses ini bermanfaat untuk mendokumentasikan kondisi bangunan secara lebih terstruktur dan membantu pengelolaan bangunan eksisting.

Model BIM Revit dapat digunakan untuk memvisualisasikan denah, dinding, lantai, pintu, jendela, atap, ruang, serta elemen bangunan lainnya. Apabila dilakukan berdasarkan hasil survey aktual, model tersebut juga dapat menjadi as-built BIM yang lebih representatif terhadap kondisi bangunan.

Bagi pengelola hotel, BIM dapat membantu proses pemeliharaan, renovasi, perencanaan perubahan ruang, dokumentasi aset, serta koordinasi pekerjaan arsitektur, struktur, dan MEP.

Pemeriksaan Aspek Laik Fungsi Hotel

Pemeriksaan SLF Hotel pada prinsipnya melihat apakah bangunan telah memenuhi aspek keselamatan, kesehatan, kenyamanan, dan kemudahan sesuai fungsi serta kondisi bangunan.

Karena hotel memiliki jumlah pengguna yang cukup besar dan aktivitas berlangsung hampir sepanjang hari, setiap aspek tersebut perlu diperiksa secara terintegrasi. Pemeriksaan tidak berhenti pada kondisi visual, tetapi dapat dilengkapi pengukuran dan pengujian apabila diperlukan.

Sistem Proteksi Kebakaran Hotel

Sistem proteksi kebakaran merupakan bagian yang sangat penting dalam audit bangunan hotel. Tingginya jumlah penghuni membuat sistem keselamatan kebakaran harus dapat mendukung deteksi, peringatan, pemadaman, dan proses evakuasi.

Item yang dapat diperiksa antara lain alarm kebakaran, detector, hydrant, sprinkler, APAR, pompa kebakaran, fire door, jalur evakuasi, tangga darurat, emergency lighting, signage, serta akses kendaraan pemadam kebakaran.

Pemeriksaan juga perlu melihat kondisi aktual, fungsi peralatan, aksesibilitas, serta keterkaitan antar sistem proteksi kebakaran.

Audit Bangunan Menggunakan Alat

Untuk memperoleh hasil pemeriksaan yang lebih objektif, audit bangunan menggunakan alat dapat dilakukan sesuai kebutuhan. Peralatan seperti meteran laser, lux meter, sound level meter, thermohygrometer, kamera dokumentasi, alat ukur kemiringan, hingga peralatan pengujian struktur dapat digunakan berdasarkan parameter yang ingin dikontrol.

Hasil pengukuran kemudian dicatat dalam laporan survey dan dapat menjadi bagian dari bahan evaluasi kondisi bangunan.

Jasa Konsultan SLF Hotel di Pekanbaru dan Riau

Pemilik atau pengelola hotel yang membutuhkan SLF Hotel di Pekanbaru, Riau, sebaiknya melakukan pemeriksaan bangunan secara menyeluruh sebelum proses pengajuan. Screening PBG, survey kondisi eksisting, pemeriksaan arsitektur, struktur, MEP, keselamatan, proteksi kebakaran, serta dokumentasi bangunan dapat dilakukan secara terintegrasi.

Butuh pemeriksaan SLF Hotel? Hubungi konsultan SLF untuk melakukan survey, screening kesesuaian PBG, audit bangunan menggunakan alat, dan penyusunan dokumentasi teknis sesuai kondisi bangunan Anda.

Whatsapp

+6282285515952 | +6285376499053

Scroll to Top